RM, rapper, BTS leader, atau Kim Namjoon 2 tahun lalu merilis monoplaylist yang berhasil debut pada Billboard 200 di urutan ke-26 dan mampu menduduki posisi pertama pada iTunes Album Chart di 91 negara yang menjadikan mono sebagai the second album with most #1's on iTunes Chart in history.
Kim Namjoon — atau lebih dikenal RM — adalah rapper, songwriter, producer dari Korea Selatan. Seorang musisi jenius yang sukses menorehkan banyak prestasi dalam dunia permusikkan sampai saat ini. Di luar seni musik, salah satu prestasi RM danBTSyang patut dia banggakan adalah berpidato di United Nations pada tahun 2018 dan 75th UN General Assembly setahun silam.
mono memiliki arti sebagai monochrome, atau bisa diartikan sebagai ‘tunggal’ dalam kosakata bahasa Indonesia yang juga memberikan makna alternatif yaitu ‘kesendirian’. Dengan kata lain, RM sedang memajang jiwanya—dia menuliskan tentang keterbukaannya terhadap perasaan kesepian, kesedihan, kesendirian, dan harapan terakhir; memberikan ruang yang aman bagi pendengarnya sebagai bentuk kesadaran bahwa tidak apa-apa untuk merasakan perasaan demikian.
Dirilis pada 23 Oktober 2018 tanpa promosi dengan 7 track lagu yang berkesinambungan; menyusun satu-persatu bagian menuju proses penyelesaian. RM berhasil menyampaikan maksud dan tujuan secara gamblang pada tiap-tiap lirik yang dia susun hingga menjadi satu kesatuan yang utuh dengan cara penyampaiannya yang puitis.
Awalan dari kisah mono dimulai dengan tokyo. Lagu yang ditulis RM dengan teman sekolahnya, Donghyuk, memberikan kesan spesial dengan ditambah ornamen siulan di akhir lagu. RM membawakan lagu ini dengan ciri khas gaya rap-nya yang santai dan tidak tergesah-gesah sehingga pendengar dapat menghayati tiap-tiap lirik yang disajikan.
“I can't sleep
Homesick
But I just wanna
Stop right next to you
If I could choose my dream
I just wanna
Stop right next to you”
Dari penggalan tersebut, kita dapat menyimpulkan lagu ini berperan sebagai ungkapan keluh kesah, pasrah, dan homesickness. RM mencerminkan tentang hiruk pikuk kehidupan pada lagu ini dengan permainan kata. Dengan tokyo, RM menggambarkan bagaimana dia merasa terputus dengan dirinya.
-
2. seoul (prod. HONNE)
Kisah berlanjut dengan seoul. RM menulis liriknya sedikit demi sedikit selama sebulan. Saat memutar mono playlist, kamu bisa merasakan perbedaan yang signifikat antara tokyo dan seoul. Instrumental yang ditampilkan berbanding terbalik dengan tokyo yang memberikan kesan sepi, sendiri, dan sunyi.
“I don't even have any memories of you I'm so bored of you now Your ash-gray expressions, the same every day No, no, I'm afraid of myself For having become you
If love and hate are the same word I love you Seoul If love and hate are the same word I hate you Seoul”
RM menganalogikan ‘seoul’ dengan ‘soul’ karena memiliki persamaan dalam penyebutan. Saat membaca liriknya, dia seperti mengajak kembali ke masa lalu untuk merasakan keseimbangan antara rasa ‘benci’ dan ‘suka’ dengan kota Seoul.
3. moonchild
moonchild sangat cocok untuk mereka yang menyukai malam; untuk mereka yang tidak bisa bernapas di siang hari karena pekerjaan atau semacamnya. RM mengatakan, dia membuat lagu ini saat dimana dia percaya malam membebaskannya.
“We need the night's scenery more than anyone else Only I can console myself, nobody else It's okay to shed the tears But don't you tear yourself
Moonchild you shine When moon rise, it's your time”
Pada moonchild, RM menggambarkan pandangannya tentang kesulitan serta pertentangan kehidupan yang dikemas dengan instrumental yang kontras dan memakan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan verse 2.
berbeda dari track sebelumnya, badbye hanya menampilkan beberapa penggalan lirik yang diulang sepanjang lagu diputar. Dengan begitu, badbye menjadikan lagu yang paling singkat pada playlist ini tetapi memiliki makna dari penggalan liriknya yang begitu dalam dan kelam.
uhgood tampil dengan membawakan lirik yang mengacu pada rasa tak nyaman, tidak puas, penekanan ekspektasi, dan kesepian. pada uhgood, RM percaya diri untuk mengungkapkan apa yang menjadi titik permasalahan pada dirinya. Baginya, “uhgood it’s a heartbreaking song.”
“Being off is such a painful thing It’s something you don’t know unless you experience it My ideal and reality– They are too far apart But, I still want to cross the bridge and reach me the real me (yeah, yeah)”
Selain tidak puas dan penekanan ekspektasi, RM juga menyelipkan rasa tidak sukanya kepada kekalahan. Walaupun demikian, RM menolak untuk menyerah dan tetap menerima siapa dirinya.
everythingoes seperti penawar bagi lagu-lagu sebelumnya. Lagu ini membawakan kesan damai dan nyaman dengan pengungkapan kalimat sederhana; 'everythingoes'. RM mengatakan lirik yang terdapat pada lagu ini adalah ‘mantra’ yang ingin dia sampaikan kepada dirinya.
“It shall pass It shall pass Like morning comes after night goes, would summer come after spring goes Like fruits ripen after flowers wither away, everything must suffer”
RM menempatkan everythingoes dengan alokasi yang sesuai. Juga ungkapan makna ‘semua akan berlalu’ langsung menuju ke inti dengan penggambaran lirik yang memberikan bentuk atau maksud dari ‘everythingoes’ itu sendiri. Dia harap lagu ini bisa menjadi kenyamanan. Sebab, daripada kata-kata emosional dan logis, terkadang pelukan lebih berarti.
7. forever rain
-
Perjalanan mono diakhiri oleh forever rain. Lagu yang menjadi penutup mono playlist ini menyajikan musikalitas yang menenangkan ditambah dengan latar belakang hujan pada awal lagu dimulai. Hujan memungkinkan dia untuk beristirahat; bernapas lebih lambat karena hidupnya berjalan terlalu cepat.
"I wish it rains all day because then people would not stare at me
because the umbrella would cover the sad face because, in the rain, everyone is busy on their own I’m going to breathe a little slower because my life and my rap– they are all too fast in my every day"
forever rain dibuat saat dia benar-benar terobsesi pada keinginan dengan melakukan segalanya untuk sebuah lagu, beats, lyrics, dll. Dengan forever rain, RM ingin menyembunyikan kesedihannya sekaligus tetap menjadi dirinya sendiri. Lagu ini memberikan klimaks yang tepat pada akhir kisah mono dengan RM yang kembali mempercayai dirinya sendiri.
Secara keseluruhan, buah karya RM yang diselesaikan dalam kurun waktu 2 tahun ini bisa disebut sebagai masterpiece. Layaknya playlist yang penuh kebimbangan remaja akan cinta dan kasih sayang, mono malah memamerkan kombinasi musik yang mewakili perasaan lelah terhadap kehidupan. Saya bahkan dibuat terpukau sekaligus penasaran atas apa yang RM sajikan pada playlist-nya kali ini.
selain itu, cara RM dalam berpikir dan memilih untuk berkatarsis secara keseluruhan kepada tiap-tiap lagu yang memuat pada mono menyimpulkan mimpinya adalah merilis album yang dibuat dengan baik dan tepat, karena hanya dengan itu akan ada pengakuan yang jauh lebih besar sebagai sebuah karya seni. Juga, cover album yang memiliki banyak ruang kosong menjelaskan apa yang menjadi titik fokus; melepas energi dalam tubuhnya.
memang, saya penggemar berat group debutan tahun 2013, Bangtan Boys. Bukan pertama kali RM mengangkat tema kehidupan pada sebuah lagu dan mono adalah salah satu dari banyaknya buah karya RM yang paling membuat saya terkesan dengan maknanya yang transparan. RM menuliskan tiap penggalan lirik dengan waktu yang lama. Sebab, dia menginginkan hasil yang sempurna agar bisa menetap di pikiran para pendengarnya.
RM memulai mono dengan keinginan untuk menghasilkan sesuatu yang dia ingin buat dan dia ingin kita mendengarkannya; tentang bagaimana cara RM menggambarkan satu persatu masalah yang pasti akan datang dan untuk menyelesaikannya butuh waktu yang lama sebagai konotasi kehidupan yang sebenarnya.
namjoon😍
ReplyDeletewerekejejekeej
Deletekereeennn
ReplyDeletemakasih
Delete